Rabu, 03 Oktober 2012

Awal Langkah di Angka 20

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Apa kabar saudara-saudari? Semoga kau diberi hidayah dan jalan lurus selalu

MARKIMENLAG : Mari Kita Menulis Lagi

Dan tahukah kau teman, bahwa angka yang tertera di umurku kini berubah menjadi 20. Itu artinya aku telah beranjak dari diriku yang dulu masih 'belasan' jika diukur secara umur. Padahal aku merasa bahwa umurku saat ini masih 15. Memang perasaan kadang sering salah.

Aku dilahirkan di sebuah tempat tidur, sama seperti anak-anak kebanyakan lainnya. Aku lahir dari rahim seorang Ibu, yang kini kupanggil Mama. Tengah malam, sekitar pukul 12 lewat sedikit, sesosok bayi lahir dengan tangisannya yg membahagiakan. Kelahirannya melengkapi 2 jagoan lainnya yang telah lebih dulu lahir beberapa tahun sebelumnya.

Kelahiranku menegaskan kembali hegemoni Mama sebagai wanita paling cantik di keluarga kami. Ya, aku anak ke 3 dari 3 bersaudara yang kesemuanya adalah lelaki.

Oke, cukuplah kita bahas masalah kelahiran ini.

Di umurku yang sudah menyentuh angka 20 ini, mungkin sudah saatnya aku lebih banyak memberi daripada menerima. Di angka 20 ini, semua hal akan semakin menantang. Usia belasan telah kutinggal, tak ada lagi masa remaja karena kini aku perlahan beranjak dewasa.

Di angka 20 ini, Tuhan pasti sudah menyiapkan rencana untuk semua mimpi yang dulu sempat kunyatakan pada-Nya dalam setiap do'aku hingga saat ini. Dia pasti telah membaca catatan harianku dan memilah-milah mimpi apa yg akan Dia wujudkan dalam maktu dekat. Lalu Dia akan menyiapkan beberapa ujian untuk kulewati sekaligus melihat sekeras apa usahaku untuk mencapai mimpi itu. Tak hanya itu, Dia pasti juga akan menghadapkanku pada pilihan yang menyandingkan antara kepentingan dunia dan akhirat, lalu melihatku memilih, apakah Dia masih menjadi prioritas utama di atas mimpi-mimpiku.

Oh Cintaku, Sang Pengasih. Di umurku yang menyentuh angka 20 ini, izinkan aku menggapai mimpi-mimpiku yang pasti Kau dengar dalam penghambaanku setiap hari. Jagalah aku agar aku tak berpaling dari-Mu.

Oiya, tahukah kau kawan bahwa salah satu impianku adalah menjadi 100 orang terkaya di dunia? Semoga

Selasa, 02 Oktober 2012

Di Batas Gelap Yang Kulampaui

Aku seperti memakai topeng
topeng yang bagus
untuk dilihat mata awam kalian

Aku seperti dihantui sisi lain
gelap mendatangiku
walau aku enggan mengundangnya
bertahun-tahun ia mendekam di sini
mencoba meredupkan cahaya yang susah payah kunyalakan dulu

Aku terjebak dengan pikiran kelamku
pikiran yang menari-nari tak tentu arah
pikiran yang menuntunku untuk terperosok lebih jauh
ke dalam lubang kehampaan

Jujur saja aku masih berjuang melawan gelapku
aku masih berusaha menghidupkan cahayaku
aku masih berusaha mencintai-Nya
yang berkali-kali kukhianati

Aku masih berharap
di setiap kehinaan yang kulakukan
di setiap kebodohan yang aku ulangi
di setiap batas normal yang kulewati
masih ada Dia untuk menuntunku
Dia Yang Maha Cinta

2 Oktober 2012
Di sudut kamar kosan, di depan sebuah laptop