Assalamu'alaykum saudara saudari. Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG: Mari Kita Menulis Lagi
Yak tepat hari ini, 3 tahun lalu, sejarah terukir di hidupku. Hari itu, Jum'at 16 Juli 2010 adalah pengumuman SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Pukul 18.00 WIB aku masih ingat ketika namaku terpampang menjadi salahsatu peserta yang lulus dan masuk ke perguruan tinggi negeri. Universitas Indonesia adalah kampusku saat ini, di jurusan Teknik Perkapalan, hal yang tidak pernah terpikirkan dalam otakku, tak terbayang dalam masa kecilku.
Tepat 3 tahun lalu awal langkahku. Seperti apa dunia kuliah, aku tak tahu saat itu. Bagaimana kehidupanku yang saat itu akan jauh dari orangtua, tak terbayang. Tapi ya begitulah, kita tidak tahu ke mana akhirnya Dia akan menempatkan kita. Kita tidak pernah tahu pada kondisi dan situasi apa Dia akan menaruh kita. Kita hanya bisa melakukan yang terbaik, mempersiapkan yang terbaik.
Hari ini, 16 Juli 2013, tepat 3 tahun setelahnya aku hanya ingin mengenang. Bahwa dulu aku pernah berada dalam kondisi yang sangat kritis, belum lulus di ujian masuk PTN manapun dan SNMPTN adalah jalan terakhirku untuk kuliah di universitas negeri. Bahwa dulu aku pernah sepasrah itu, ketika semua jalan telah dicoba, semua do'a telah terucap. Bahwa selalu ada jalan terbaik untuk do'a dan usaha terbaik. Tepat 3 tahun lalu, teman.
Tepat 3 tahun lalu, dan kini aku sudah memasuki tahun terakhirku kuliah
di sini. Bersiap untuk ditempatkan lagi oleh-Nya, entah di mana.
Selasa, 16 Juli 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
Cuma Lagi Pengen Nulis
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh
Apa kabar teman? Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG : Mari Kita Menulis Lagi
Sebenarnya bingung mau nulis apaan, tapi biarlah nulis ya nulis aja. Grammar salah ya gak apa-apa, tapi harusnya gak boleh juga ya? Ah sudahlah kapan nulisnya kalo masih kebanyakan mikir.
Jadi mau nulis apa? Entahlah. Oiya bahas BBM yuk, kan katanya harga BBM bentar lagi naik (makanya pake android). Iya tau, garing emang. Nah paling seru kalo harga BBM mau naik adalah ngeliatin komentar-komentar orang. Emang biasa pro-kontra pasti terjadi.
Alasan yang pro BBM naik harganya adalah konsumsi BBM yang semakin membengkak yang membuat APBN ikut membengkak gara-gara subsidi yang terus menerus diberikan pada harga BBM, makanya subsidi BBM harus dikurangi yang artinya harga BBM harus naik. Berangkat dari hal ini kalangan pro juga bilang kalo ternyata subsidi yang selama ini diberikan justru tidak tepat sasaran, lebh banyak dinikmati kalangan mampu. Itu sih alasan yang biasanya diungkapkan kalangan pro harga BBM naik.
Lalu bagaimana dengan yang kontra harga BBM naik? Nah kalo yang kontra alasannya adalah naiknya harga BBM tidak menyelesakan masalah sebenarnya dan malah akan menambah beban hidup masyarakat dengan ikut naiknya harga-harga barang. Hal ini justru dianggap malah semakin menimbulkan kesenjangan sosial dan cenderung meningkatkan angka kemiskinan. Masih ada solusi lain yang dianggap kalangan kontra mungkin untuk dilakukan seperti pelarangan konsumsi BBM bersubsidi bagi pemilik kendaraan roda 4. Namun hal ini juga riskan terhadap celah penyelewengan dan penimbunan BBM jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat. Nah itu tadi sekilas tentang pro kontra naiknya harga BBM. Naik ataupun tidak, bersiap-siaplah teman.
Mau nulis apa lagi ya? Oiya udah 2 minggu ini aku magang di salahsatu BUMN di daerah Tanjung Priok. Awalnya ngerasa bakalan seru nih, tapi makin lama kok makin gabut ga ada kerjaan ya? Hmmm sepertinya masih harus banyak belajar dan banyak nanya juga biar gak gabut di kantor. Karena tempat magangku di daerah Tanjung Priok sedangkan kos-kosanku di daerah Depok, maka jadilah aku berteman dengan yang namanya bangun pagi-pagi sekali. Alarm handphone disetel jam 4 pagi. Bangun-bangun langsung mandi. Lanjut shalat Shubuh lalu pergi, kemudian naik bus lalu lanjut tidur lagi. Sampailah di kantor pukul 7 pagi. Begitulah setiap hari. Entah kenapa ngerasa seru menghadapi macetnya Jakarta. Aneh ya? Biarlah
Mau bahas apa lagi? Oiya barusan nonton videonya Jeremy Tetti yang BBM campuran. Lucu, Indonesia emang ga pernah kekurangan orang kreatif. Oiya, Arya Wiguna makin serng muncul di media ya? Ah biarlah, kasian dia lagi cari makan buat hidup. Hayoo apalagi? PKS keluar dari koalisi? Duh malas ngebahasnya, lagu lama yang terus-menerus diputar. Rooney mau dibeli Arsenal? Walah mudah-mudahan jangan.
Udah ya capek juga. Jangan lupa untuk tetap berdo'a dan tetap jadi orang baik.Semoga negeri ini tidak pernah kehilangan orang baik. Jangan lupa juga do'ain pemimpin-pemimpin kita, Bapak Presiden, Bapak Ketua DPR, Gubernur, Walikota semuanyalah kita do'ain.
Cukup ya, maaf tulisannya amburadul, silahkan ambil manfaat ya dari tulisan ini, itu juga kalau ada.
Apa kabar teman? Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG : Mari Kita Menulis Lagi
Sebenarnya bingung mau nulis apaan, tapi biarlah nulis ya nulis aja. Grammar salah ya gak apa-apa, tapi harusnya gak boleh juga ya? Ah sudahlah kapan nulisnya kalo masih kebanyakan mikir.
Jadi mau nulis apa? Entahlah. Oiya bahas BBM yuk, kan katanya harga BBM bentar lagi naik (makanya pake android). Iya tau, garing emang. Nah paling seru kalo harga BBM mau naik adalah ngeliatin komentar-komentar orang. Emang biasa pro-kontra pasti terjadi.
Alasan yang pro BBM naik harganya adalah konsumsi BBM yang semakin membengkak yang membuat APBN ikut membengkak gara-gara subsidi yang terus menerus diberikan pada harga BBM, makanya subsidi BBM harus dikurangi yang artinya harga BBM harus naik. Berangkat dari hal ini kalangan pro juga bilang kalo ternyata subsidi yang selama ini diberikan justru tidak tepat sasaran, lebh banyak dinikmati kalangan mampu. Itu sih alasan yang biasanya diungkapkan kalangan pro harga BBM naik.
Lalu bagaimana dengan yang kontra harga BBM naik? Nah kalo yang kontra alasannya adalah naiknya harga BBM tidak menyelesakan masalah sebenarnya dan malah akan menambah beban hidup masyarakat dengan ikut naiknya harga-harga barang. Hal ini justru dianggap malah semakin menimbulkan kesenjangan sosial dan cenderung meningkatkan angka kemiskinan. Masih ada solusi lain yang dianggap kalangan kontra mungkin untuk dilakukan seperti pelarangan konsumsi BBM bersubsidi bagi pemilik kendaraan roda 4. Namun hal ini juga riskan terhadap celah penyelewengan dan penimbunan BBM jika tidak dilakukan pengawasan secara ketat. Nah itu tadi sekilas tentang pro kontra naiknya harga BBM. Naik ataupun tidak, bersiap-siaplah teman.
Mau nulis apa lagi ya? Oiya udah 2 minggu ini aku magang di salahsatu BUMN di daerah Tanjung Priok. Awalnya ngerasa bakalan seru nih, tapi makin lama kok makin gabut ga ada kerjaan ya? Hmmm sepertinya masih harus banyak belajar dan banyak nanya juga biar gak gabut di kantor. Karena tempat magangku di daerah Tanjung Priok sedangkan kos-kosanku di daerah Depok, maka jadilah aku berteman dengan yang namanya bangun pagi-pagi sekali. Alarm handphone disetel jam 4 pagi. Bangun-bangun langsung mandi. Lanjut shalat Shubuh lalu pergi, kemudian naik bus lalu lanjut tidur lagi. Sampailah di kantor pukul 7 pagi. Begitulah setiap hari. Entah kenapa ngerasa seru menghadapi macetnya Jakarta. Aneh ya? Biarlah
Mau bahas apa lagi? Oiya barusan nonton videonya Jeremy Tetti yang BBM campuran. Lucu, Indonesia emang ga pernah kekurangan orang kreatif. Oiya, Arya Wiguna makin serng muncul di media ya? Ah biarlah, kasian dia lagi cari makan buat hidup. Hayoo apalagi? PKS keluar dari koalisi? Duh malas ngebahasnya, lagu lama yang terus-menerus diputar. Rooney mau dibeli Arsenal? Walah mudah-mudahan jangan.
Udah ya capek juga. Jangan lupa untuk tetap berdo'a dan tetap jadi orang baik.Semoga negeri ini tidak pernah kehilangan orang baik. Jangan lupa juga do'ain pemimpin-pemimpin kita, Bapak Presiden, Bapak Ketua DPR, Gubernur, Walikota semuanyalah kita do'ain.
Cukup ya, maaf tulisannya amburadul, silahkan ambil manfaat ya dari tulisan ini, itu juga kalau ada.
Jumat, 14 Juni 2013
Sariawan dan Pembelajaran
Ketika menulis tulisan ini aku sedang dihadiahi sebuah 'sentilan' dari Dia. Lidahku dititipkan 2 buah sariawan. sakit juga rasanya walau mungkin tak seberapa, tapi cukup untuk membuatku tidak selera makan. Sariawan membuatku menjadi lebih pendiam. Bicara hanya sekedarnya. Kadang hanya mengangguk dan menggeleng. Mulut lebih sering tertutup, kadang terbuka untuk minum dan makan saja.
Sebelumnya aku memang banyak sekali bicara. Oceh sana, oceh sini. Komentar sana dan sini. Sariawan seolah menjadi gembok mulutku. Aku lebih banyak diam dan mengamati. Menjadi lebih sering mendengar daripada mengomentari.
Sariawan pada akhirnya menjadi semacam media untukku belajar mengendalikan lisan. Membuatku menahan diri untuk tidak berkomentar. Kicauan kalimat-kalimat tidak penting dari mulutku mulai jarang terdengar.
Pada akhirnya sariawan muncul di mulutku untuk mengingatkan, bahwa aku benar-benar harus menjaga lisan. Mungkin jika sariawan tidak bersemayam di lidah ini, akan lebih banyak perkataan sia-sia yang terucap, akan lebih banyak kalimat-kalimat yang menyakitkan hati orang lain yang keluar. Dari penyakit yang bernama ilmiah stomatitis ini mungkin kita juga bisa belajar untuk bersyukur. Bersyukur karena telah diingatkan untuk menjaga lisan. Mungkin itulah mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk selalu bersyukur di setiap keadaan. Karena selalu ada hikmah terbaik dari setiap hal dan kejadian yang Dia berikan.
Terima kasih sariawan
Sebelumnya aku memang banyak sekali bicara. Oceh sana, oceh sini. Komentar sana dan sini. Sariawan seolah menjadi gembok mulutku. Aku lebih banyak diam dan mengamati. Menjadi lebih sering mendengar daripada mengomentari.
Sariawan pada akhirnya menjadi semacam media untukku belajar mengendalikan lisan. Membuatku menahan diri untuk tidak berkomentar. Kicauan kalimat-kalimat tidak penting dari mulutku mulai jarang terdengar.
Pada akhirnya sariawan muncul di mulutku untuk mengingatkan, bahwa aku benar-benar harus menjaga lisan. Mungkin jika sariawan tidak bersemayam di lidah ini, akan lebih banyak perkataan sia-sia yang terucap, akan lebih banyak kalimat-kalimat yang menyakitkan hati orang lain yang keluar. Dari penyakit yang bernama ilmiah stomatitis ini mungkin kita juga bisa belajar untuk bersyukur. Bersyukur karena telah diingatkan untuk menjaga lisan. Mungkin itulah mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk selalu bersyukur di setiap keadaan. Karena selalu ada hikmah terbaik dari setiap hal dan kejadian yang Dia berikan.
Terima kasih sariawan
Selasa, 28 Mei 2013
Jalan Panjang Menuju Bangku Kuliah
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh. Apa kabar teman? Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG: Mari Kita Menulis Lagi.
Beberapa waktu lalu baru saja diumumkan kelulusan jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Bagi yang lulus tentunya bahagia takkan terkira. Bagi yang belum lulus pasti ada rasa kecewa. Namun lulus ataupun belum lulus, bersyukur sepertinya menjadi sikap yang terbaik yang harus dilakukan. Setuju kan teman?
Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku saat berada di masa-masa ujian masuk dahulu (PTN). Pengalaman ini sebenarnya sudah lama aku tulis di notes akun facebook pribadiku. Namun kini aku ingin berbagi di blog ini. Semoga bisa bermanfaat.
Semua kisah ini berawal dari impianku untuk bisa kuliah di Universitas Indonesia (UI). Nama besar yang disandangnya serta kualitas yang tak lagi diragukan membuatku bercita-cita untuk bisa kuliah di salahsatu kampus terbaik di Indonesia tersebut. Hampir setiap hari aku dan teman-temanku yang lain yang juga memliki impian yang sama membicarakan hal ini. Mulai dari hal remeh temeh seperti tempat kos di UI, pergaulan di sana, dan lain hal sebagainya.
Akhirnya, bulan-bulan ujian masuk berbagai universitas datang juga. Aku mengikuti tes untuk masuk di UGM. Aku mengambil Jurusan Arsitektur, Teknik Geologi, dan terakhir Teknik Pertanian. Dengan persiapan yg minim, aku mengikuti ujian. Dan hasilnya, ketika pengumuman, aku tidak lulus. Panitia penyelenggara ujian UGM meminta maaf padaku karena ketidaklulusanku. Hatiku sakit, ngilu. Orangtuaku kecewa.
Setelah gagal di ujian UGM, targetku selanjutnya dan target yg utama adalah Seleksi Masuk (Simak) UI. Akhirnya tiba juga saat untuk ujian Simak UI. Di Simak UI ini aku mengambil jurusan Teknik Metalurgi, Teknik Bioproses, dan Teknik Perkapalan. Dan tetap dengan persiapan minim aku mengikuti Simak UI. Akhirnya hari pengumuman tiba. Hatiku dag dig dug. Dan hasilnya, lagi-lagi panitia penyelenggara ujian meminta maaf padaku. MAAF, AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS DALAM UJIAN KALI INI. Aku merasa dilemparkan setinggi-tingginya dan dijatuhkan sekeras-kerasnya. Lagi-lagi aku mengecewakan orangtuaku.
Aku masih memiliki kesempatan di Ujian Masuk Bersama (UMB). Di UMB ini aku lagi-lagi mencoba peruntungan di UI, yaitu jurusan Teknik Metalurgi dan Teknik Perkapalan. Lagi-lagi persiapanku untuk ujian sangat minim. Ujian akhirnya datang juga. Dengan bermodalkan 20% pengetahuan otak, dan 80% kehebatan menebak jawaban, aku mencoba menjawab hampir semua soal-soal UMB kali ini. Lagi-lagi hari pengumuman itu tiba. Badanku lemas ketika muncul kalimat 'MAAF PESERTA DENGAN NAMA AFUZA ASYRAF TIDAK LULUS PADA UJIAN KALI INI' di layar monitorku. Panitia ujian kembali meminta maaf. Selesai sudah. Hanya kalimat itu yg muncul. Hanya kalimat itu. Tidak lebih. Aku memberitahukan ayahku mengenai hal ini. Mataku berkaca-kaca.
SNMPTN adalah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Jika gagal lagi, maka dengan terpaksa aku harus menunggu hingga tahun depan. Maka aku pun tidak ingin mengulangi kesalahan yg sama seperti di ujian UGM, Simak UI, dan UMB kemarin. Kali ini aku belajar keras. Setiap hari aku membahas soal-soal yg pernah keluar di ujian SNMPTN tahun-tahun sebelumnya. Materi-materi pelajaran yg diberikan di bimbel kuulangi terus menerus. Tak lupa berdo'a siang dan malam pada Sang Maha Menentukan. Targetku di SNMPTN kali ini adalah Teknologi Kebumian ITB dan Teknik Perkapalan UI. Entah kenapa aku selalu memasukkan Jurusan Teknik Perkapalan UI di setiap ujianku.
Ujian SNMPTN tahun ini dilaksanakan selama 2 hari. Pada hari pertama, dengan persiapan yg cukup, aku berhasil menjawab sebagian besar soal-soal yg diberikan. Hal ini semakin menambah rasa optmisku untuk bisa lulus SNMPTN.
Manusia berencana, tetapi Tuhan yg menentukan. Itulah yg terjadi padaku di hari ke 2 ujian SNMPTN. Tiba-tiba aku jatuh sakit. Aku terkena DBD. Akhirnya, dengan kondisi tubuh yg lemah, aku memaksakan diri ikut ujian karena inilah jalan terakhirku untuk bisa kuliah tahun ini. Hanya seperempat soal yg bisa kujawab dari keseluruhan soal. Aku pasrah. Harapanku yg melambung tinggi di hari pertama ujian SNMPTN harus terjun bebas di hari ke 2.
Malam harinya aku langsung diopname di rumah sakit. Sempat terpikir olehku mengapa Allah memberiku cobaan seperti ini justru di saat aku harus mengikuti ujian SNMPTN? Mama lalu menasihatiku bahwa di setiap kesulitan, Allah pasti akan memberi kemudahan. Nasihat Mama menyadarkanku. Aku menjadi malu kepada diriku yang mempertanyakan keputusan-Nya. Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, aku diperbolehkan pulang. Pengumuman SNMPTN masih 3 minggu lagi. Setiap hari, siang dan malam aku berdo'a agar diberi kelulusan oleh Sang Maha Pembuat Keputusan. Aku juga meminta do'a kepada teman-temanku, saudara-saudaraku, bahkan orang yg baru kukenal. Harapanku untuk lulus memang kecil, tetapi apa yg bisa menghalangi jika Dia yg memutuskan? Kau harus tahu bagaimana dahsyatnya kekuatan do'a.
Hari yang ditunggu itu tiba. Tepat hari Jum'at 16 Juli 2010 pukul 18.00 WIB hasil SNMPTN diumumkan. Aku sudah berada di depan layar monitor. Jantungku berdegup kencang. Badanku bergetar. Tubuhku panas dingin. Nafasku terasa memburu. Aku memasukkan nomor ujianku, lalu "Bismillah" kutekan tombol enter. Loading sebentar. Saat-saat yg menegangkan. Lalu muncul tulisan seperti ini
Nama : Afuza Asyraf
Diterima di: Teknik Perkapalan Universitas Indonesia
Aku terdiam sejenak. Tubuhku langsung bergetar hebat. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Tangisku pecah. Aku lulus di UI!!! Semua serasa seperti mimpi. Aku langsung sujud syukur. Tak henti-hentinya bibir ini mengucap takbir. Aku langsung menelepon ayah dan ibuku yg saat itu sedang pergi.
'As..sa...lamu...'alai..kum Yah', suaraku bergetar.
'Wa'alaikumussalam. Kenapa Nak?' tanya ayahku.
'Yah, Fuza lu..lus Yah.. Fu..za lu..lus di UI Yah,' jawabku terbata-bata
'Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, bangganya Ayah." jawab ayahku.
Terdengar suara gemerisik sebentar, lalu sebuah suara menyahut
'Lulus Fuza Nak?? Lulus di UI Nak?? Alhamdulillah, senang kali Mama." ternyata mamaku langsung merebut handphone dari tangan ayahku.
'Iya Ma, Fuza lulus Ma,' jawabku sambil terisak.
Hari itu pun menjadi hari yg indah bagiku.
Teman, sampai saat aku masih sulit untuk percaya bahwa akhirnya aku lulus di UI. Kau tahu sendiri bagaimana kegagalanku di UGM, tidak lulus di Simak UI, tidak diterima lewat jalur UMB, sampai terkena DBD di hari kedua SNMPTN. Hingga akhirnya aku lulus SNMPTN, gerbong terakhirku untuk bisa kuliah di UI. Semuanya terasa sangat bermakna, kegagalan-kegagalan yg kulalui di berbagai ujian tidak membuatku menyerah, tetapi menyadarkanku bahwa usaha yg terbaik akan diberi balasan yg terbaik. Dan Allah pasti memiliki rencana yg terbaik untuk kita.
Selamat berjuang untuk masa depanmu teman
Selasa, 21 Mei 2013
Tulisan Pesanan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang tidak didengar
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang lelah berkoar
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang bosan dengan perdebatan tak berarah
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang jijik dengan kebohongan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang muak dengan omong kosong
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang biasa hidup di pinggir jalan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang sesak di pengasingan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang sengaja dibuang
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang benci dengan janji tak teralisasi
Ini pesan mereka
Pakai hati nuranimu!
Pesanan dari mereka yang tidak didengar
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang lelah berkoar
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang bosan dengan perdebatan tak berarah
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang jijik dengan kebohongan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang muak dengan omong kosong
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang biasa hidup di pinggir jalan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang sesak di pengasingan
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang sengaja dibuang
Ini tulisan pesanan
Pesanan dari mereka yang benci dengan janji tak teralisasi
Ini pesan mereka
Pakai hati nuranimu!
Senin, 18 Maret 2013
Suatu Sore Mama Bercerita
Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
Apa kabar teman? Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG : Mari Kita Menulis Lagi
Tadi sore Mama meneleponku. Mama bercerita bahwa tadi malam beliau bermimpi tentang aku.
Mama saat itu sedang mengawasiku yang masih kecil bermain-main di dekat sebuah sumur di rumah nenekku. Tiba-tiba saja, aku entah kenapa aku naik ke atas sumur yang ada di dekat situ dan melompat ke dalamnya. Mama panik dan berteriak meminta tolong. Sayangnya di rumah nenekku tidak ada siapa-siapa saat itu. Hanya ada Mama, aku dan kakekku. Namun anehnya kakekku hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa melihatku melompat ke dalam sumur. Mama yang panik berusaha menyelamatkanku. Dan entah bagaimana caranya aku berhasil diselamatkan dan untungnya masih bernyawa.
Begitulah ceritanya. Mama tadi sore meneleponku hanya untuk menceritakan hal itu. Sampai saat ini Mama masih heran kenapa Kakekku di dalam mimpi itu diam saja melihatku melompat ke dalam sumur dan sama sekali tidak menolongku. Oiya, sekedar informasi, Kakekku sudah meninggal ketika sebelum aku dilahirkan.
Apa kabar teman? Semoga hidup semakin beriman.
MARKIMENLAG : Mari Kita Menulis Lagi
Tadi sore Mama meneleponku. Mama bercerita bahwa tadi malam beliau bermimpi tentang aku.
Mama saat itu sedang mengawasiku yang masih kecil bermain-main di dekat sebuah sumur di rumah nenekku. Tiba-tiba saja, aku entah kenapa aku naik ke atas sumur yang ada di dekat situ dan melompat ke dalamnya. Mama panik dan berteriak meminta tolong. Sayangnya di rumah nenekku tidak ada siapa-siapa saat itu. Hanya ada Mama, aku dan kakekku. Namun anehnya kakekku hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa melihatku melompat ke dalam sumur. Mama yang panik berusaha menyelamatkanku. Dan entah bagaimana caranya aku berhasil diselamatkan dan untungnya masih bernyawa.
Begitulah ceritanya. Mama tadi sore meneleponku hanya untuk menceritakan hal itu. Sampai saat ini Mama masih heran kenapa Kakekku di dalam mimpi itu diam saja melihatku melompat ke dalam sumur dan sama sekali tidak menolongku. Oiya, sekedar informasi, Kakekku sudah meninggal ketika sebelum aku dilahirkan.
Sabtu, 19 Januari 2013
SALAHKAH HUJAN?
Assalamu'alaykum saudara saudari. Semoga hidup semakin beriman dari har ke hari
MARKIMENLAG: Mari Kita Menulis Lagi.
Musim hujan datang. Air turun dari langit dengan rasa cintanya yg besar terhadap bumi. Bagi kita manusia yang mengeluhkan panasnya cuaca dan teriknya matahari, harusnya kini bersyukur ketika hujan tiba dengan jutaan bahkan milyaran tetesannya. Bukankah kini udara terasa lebih sejuk, keringat tak lagi tercucur akibat suhu yg tinggi, siang bahkan terasa sejuk karena hujan yg membasahi. Masih terekam jelas di benak kita bagaimana keluhan-keluhan teriknya cuaca pernah meluncur dari mulut ini beberapa bulan lalu. Lihat kembali status-status di jejaring sosial dan perkataan-perkataan kita ketika cuaca sedang hangat-hangatnya, ketika matahari masih gagah bersinar di atas langit negeri kita ini. Coba lihat lagi, ah ternyata banyak keluhan tentang cuaca yang panas. Linimasa twitterku penuh dengan ocehan-ocehan yang menyalahkan cuaca, mengutuk mentari, mengeluhkan keringat yg jatuh akibat tingginya suhu udara.
Tapi, kini apa yang terucap dari mulut kita? Keluhan kembali meluncur deras, mungkin lebih deras dari hujan yg turun. Linimasa twitterku kembali penuh dengan ocehan yg lagi-lagi menyalahkan cuaca, hujan dianggap mengganggu aktivitas, membuat motor yg baru saja dicuci kembali basah dan kotor, bahkan dianggap mendatangkan bencana.
Lihat sekarang, Jakarta dan daerah sekitarnya banjir. Tak pernah sehebat ini banjir di ibukota dampaknya. Jalan-jalan protokol seperti danau. Aktivitas masyarakat lumpuh, lumpuh total. Apakah karena hujan? Tidak. Terlalu egois jika kita menyalahkan hujan. Ini salah kita, teman. Ini akibat kelakuan kita. Hujan adalah siklus alam yg telah diciptakan Tuhan. Jika siklus itu bergeser atau berubah, itu karena kita yang mengubahnya. Perlakuan kita terhadap bumilah yang membuat hujan menjadi bencana.
Ego kita membuat lupa bahwa bumi ini titipan Tuhan yg harus dijaga. Ego kita yg membuat kita lupa bahwa hal terkecil dari membuang sampah sembarangan berdampak bencana besar. Ego kita yg membuat lupa bahwa selain gedung tinggi menjulang kta juga membutuhkan pohon besar dan rindang. Ego kita yang membuat kita lupa, bahwa Tuhan menurunkan hujan sebagai rahmat-Nya, bukan sebagai bencana. Lalu ketika hujan datang dan berakibat bencana, apakah berarti Dia ingkar terhadap janji-Nya? Mari kita renungkan
MARKIMENLAG: Mari Kita Menulis Lagi.
Musim hujan datang. Air turun dari langit dengan rasa cintanya yg besar terhadap bumi. Bagi kita manusia yang mengeluhkan panasnya cuaca dan teriknya matahari, harusnya kini bersyukur ketika hujan tiba dengan jutaan bahkan milyaran tetesannya. Bukankah kini udara terasa lebih sejuk, keringat tak lagi tercucur akibat suhu yg tinggi, siang bahkan terasa sejuk karena hujan yg membasahi. Masih terekam jelas di benak kita bagaimana keluhan-keluhan teriknya cuaca pernah meluncur dari mulut ini beberapa bulan lalu. Lihat kembali status-status di jejaring sosial dan perkataan-perkataan kita ketika cuaca sedang hangat-hangatnya, ketika matahari masih gagah bersinar di atas langit negeri kita ini. Coba lihat lagi, ah ternyata banyak keluhan tentang cuaca yang panas. Linimasa twitterku penuh dengan ocehan-ocehan yang menyalahkan cuaca, mengutuk mentari, mengeluhkan keringat yg jatuh akibat tingginya suhu udara.
Tapi, kini apa yang terucap dari mulut kita? Keluhan kembali meluncur deras, mungkin lebih deras dari hujan yg turun. Linimasa twitterku kembali penuh dengan ocehan yg lagi-lagi menyalahkan cuaca, hujan dianggap mengganggu aktivitas, membuat motor yg baru saja dicuci kembali basah dan kotor, bahkan dianggap mendatangkan bencana.
Lihat sekarang, Jakarta dan daerah sekitarnya banjir. Tak pernah sehebat ini banjir di ibukota dampaknya. Jalan-jalan protokol seperti danau. Aktivitas masyarakat lumpuh, lumpuh total. Apakah karena hujan? Tidak. Terlalu egois jika kita menyalahkan hujan. Ini salah kita, teman. Ini akibat kelakuan kita. Hujan adalah siklus alam yg telah diciptakan Tuhan. Jika siklus itu bergeser atau berubah, itu karena kita yang mengubahnya. Perlakuan kita terhadap bumilah yang membuat hujan menjadi bencana.
Ego kita membuat lupa bahwa bumi ini titipan Tuhan yg harus dijaga. Ego kita yg membuat kita lupa bahwa hal terkecil dari membuang sampah sembarangan berdampak bencana besar. Ego kita yg membuat lupa bahwa selain gedung tinggi menjulang kta juga membutuhkan pohon besar dan rindang. Ego kita yang membuat kita lupa, bahwa Tuhan menurunkan hujan sebagai rahmat-Nya, bukan sebagai bencana. Lalu ketika hujan datang dan berakibat bencana, apakah berarti Dia ingkar terhadap janji-Nya? Mari kita renungkan
Langganan:
Postingan (Atom)