Sabtu, 29 Desember 2012

Wanita Indonesia Abad 21


Wanita di masa sekarang ini menghadapi tantangan yang besar, terutama bagi wanita Indonesia. Bagaimana tidak, jika kita melihat sejenak ke beberapa tahun atau generasi sebelumnya, peran seorang wanita tidak sekompleks saat ini. Dahulu, sebagian besar orang menganggap peran wanita hanyalah sebagai ibu rumah tangga dan itu adalah peran yang terhormat di kalangan wanita. Namun, saat ini pergeseran mulai terjadi. Menjadi wanita dengan pencapaian karir yang tinggi terlihat lebih prestisius daripada membesarkan anak dan mengurus rumah tangga. Menjadi ‘orang kantoran’ sepertinya dianggap lebih bernilai. Sedangkan menjadi ibu rumah tangga dipandang sempit sebatas memasak, membersihkan rumah, mencuci, mengasuh anak, dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Saat ini, di berbagai tingkatan sosial, wanita dituntut untuk memiliki peranan lebih dan bahkan mulai sejajar dengan peranan yang selama ini diemban lelaki. Di lingkungan mahasiswa misalnya, seorang wanita dalam hal ini mahasiswi mulai banyak merambah jabatan-jabatan penting dalam dunia organisasi kemahasiswaan ataupun kepanitiaan. Jika dahulu hanya jabatan sebagai penanggungjawab konsumsi yang dipercayakan kepada wanita, atau lebih tinggi lagi sebagai sekretaris. Namun sekarang bahkan jabatan sebagai ketua panitia suatu event mahasiswa hingga jabatan tertinggi sebagai ketua badan eksekutif mahasiswa pun mulai dirambah oleh kalangan wanita. Dalam dunia kerja, bukanlah hal yang tabu lagi jika kita melihat posisi manajer suatu perusahaan diisi oleh kalangan wanita atau bahkan sebagai direktur utama. Dalam hal ini cukup banyak contoh yang bisa kita ambil seperti Karen Agustiawan, yang saat ini menjabat sebagai dirut Pertamina. Atau di tingkat internasional kita memiliki srikandi Sri Mulyani Indrawati yang saat ini menjabat sebagai Managing Director World Bank, atau hanya setingkat di bawah jabatan Presiden World Bank. Mereka adalah contoh nyata bahwa wanita Indonesia saat ini memiliki peranan yang penting di berbagai aspek.

Dari beberapa hal di atas terlihat bahwa wanita abad 21 saat ini memiliki tantangan yang jauh lebih besar dari wanita-wanita dahulu. Wanita saat ini tidak hanya melulu mengurusi rumah tangga, tetapi juga memiliki tanggung jawab di luar itu, baik itu dunia karir, sosial atau aspek lainnya.

Namun di balik itu semua, ada satu hal yang harus selalu dipegang dan menjadi ciri khas wanita Indonesia sampai kapanpun. Setinggi-tingginya karir dan pencapaian yang ia raih di luar rumah, namun tetaplah tujuan utama seorang wanita Indonesia adalah menjadi seorang ibu rumah tangga, sebagai pencetak dan pembentuk karakter generasi penerus bangsa Indonesia

(Artikel untuk beasiswa WIC)