Assalamu'alaikum saudara saudari. Semoga hidup semakin beriman.
Izinkan aku menulis lagi. Markimenlag : Mari Kita Menulis Lagi.
H U F T. Akhirnya setelah liburan kurang lebih sebulan lamanya, aku
harus kembali lagi menjalani aktivitas seperti biasa, kuliah. Rasa malas
menghinggapi dan menggoda imanku, seakan menahanku agar aku tidak beranjak dari
liburku. Memang sialan rasa malas itu, enak-enak saja menggoda mahasiswa lemah
iman sepertiku. Memang kurang ajar rasa malas situ, jika ia berwujud manusia
patutlah ia dihukum seberat-beratnya, atau kalau bisa dihukum mati saja
sekalian. Coba saja kau pikir dampak dan akibat dari perbuatan si ‘rasa malas’
ini. Jika korbannya adalah mahasiswa sepertiku, maka ia akan menghancurkan masa
depan mahasiswa tersebut. Tidak hanya itu si ‘rasa malas’ juga menghancurkan
harapan orang-orang terdekat mahasiswa sial itu, terutama orangtuanya. Dan
tetap tidak berhenti sampai di situ,
hancurnya masa depan mahasiswa tersebut juga berdampak pada hancurnya negara. Mengapa sampai sebegitu parahnya? Karena mahasiswa adalah generasi muda, sedangkan nasib bangsa ini berada di tangan para generasi mudanya, jika masa depan para generasi muda hancur gara-gara si ‘rasa malas’, maka hancurlah masa depan bangsa ini. Sebegitu besarnyalah dampak ‘rasa malas’ pada mahasiswa, bagaimana jika yg menjadi korban si ‘rasa malas’ ini berasal dari berbagai kalangan? Aku juga tidak sanggup memikirkannya. Sungguh mengerikan. Terdengar berlebihan mungkin. Tak apalah berlebihan, yang penting kalian menjadi takut dengan ‘rasa malas’ dan berusaha menjauhinya.
hancurnya masa depan mahasiswa tersebut juga berdampak pada hancurnya negara. Mengapa sampai sebegitu parahnya? Karena mahasiswa adalah generasi muda, sedangkan nasib bangsa ini berada di tangan para generasi mudanya, jika masa depan para generasi muda hancur gara-gara si ‘rasa malas’, maka hancurlah masa depan bangsa ini. Sebegitu besarnyalah dampak ‘rasa malas’ pada mahasiswa, bagaimana jika yg menjadi korban si ‘rasa malas’ ini berasal dari berbagai kalangan? Aku juga tidak sanggup memikirkannya. Sungguh mengerikan. Terdengar berlebihan mungkin. Tak apalah berlebihan, yang penting kalian menjadi takut dengan ‘rasa malas’ dan berusaha menjauhinya.
Atau kau tak takut juga dengan rasa ‘malas’ dan mau berteman
dengannya? Mungkin kau pantas juga dihukum mati. Ah kalimatku yang terakhir
terdengar sangat berlebihan, jangan dimasukkan dalam hati ya. Direnungkan saja
sudah cukup karena akupun merasa tersindir juga dengan 2 kalimat terakhir itu
(Atau kau tak takut juga dengan rasa ‘malas’ dan mau berteman dengannya?
Mungkin kau pantas juga dihukum mati).
Yasudahlah, kita akhiri saja pembahasan si ‘rasa malas’ ini. Bagaimana
kabarmu kawan? Masih sering galau gara-gara cinta? Akupun sering merasakan apa
yang orang-orang katakan ‘galau’ itu. Tapi jangan begitulah, tak usah terlalu
kau kejar-kejar si dia yang kau suka. Atau tak usah jugalah terlalu sering kita
memikirkan si dia. Kata orang kalau jodoh takkan lari ke mana. Jodoh itu kan di
tangan Tuhan, lebih baik dekati Tuhan dan kejar Dia. Tuhan kan tahu selera
hamba-Nya, toh Dia juga yg menentukan jodoh kita nantinya. Sebelum kita
mendekati makhluk-Nya, dekati dulu penciptanya. Jodoh di tangan Tuhan, dekati
Tuhan kalau mau dapat jodoh.
Cukup sekian celotehku kali ini, hati-hati kalau berjalan kaki walau
sudah di trotoar, karena sekarang sedang musim tabrakan. Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar