Assalamu'alaikum saudara saudari. Semoga hidup semakin beriman dan percaya Tuhan.
Aku masihlah tukang ketik amatiran yang masih bingung akan menulis apa di postingan selanjutnya. Tapi ya biarlah, namanya juga amatiran.
Baiklah mari sedikit bercerita. Minggu-minggu saat Ujian Akhir Semester (UAS) adalah minggu-minggu yang paling menyibukkan. Hari-hari ketika UAS adalah hari-hari yang memaksaku untuk sedikit lebih rajin belajar dari hari biasanya. Jam demi jam pada saat UAS adalah waktu yang sangat melelahkan pikiran, menguras otak. Menit demi menit setelah UAS berakhir adalah hal yg kadang melegakan tapi menyisakan ketegangan bahkan ketakutan. Itulah yg kurasakan beberapa hari ini. Kampus menjadi lebih sepi daripada biasanya. Orang-orang sibuk belajar di kosan masing-masing seakan tidak ada waktu untuk bersantai sejenak. Kosan yang paling ramai adalah kosan yg dihuni mahasiswa-mahasiswa pintar. Golongan mahasiswa sepertiku akan berbondong-bondong datang ke kosan mahasiswa pintar ini untuk menuntut ilmu, mengais ilmu yang telah tercecer di awal semester. Dan pastinya begadang adalah menu utama kami, mata merah adalah identitas kami karena tidak tidur semalaman. Kertas-kertas berisikan rumus-rumus adalah obat dan pil pahit yg harus kami telan. Angan-angan liburan setelah UAS adalah suplemen penyemangat kami.
Aku yang biasanya begadang tiap malam karena nonton film korea malah harus begadang untuk belajar persiapan UAS. Betapa UAS mengubah hidupku, pola tidurku, pola makanku walau hanya 2 minggu saja. Inilah nasib sial bagi para pemalas. Inilah buah tangan dari sikap pemalas. Andai saja setiap perkuliahan aku tidak tidur di belakang kelas. Andai saja di setiap perkuliahan aku mencatat dan memperhatikan penjelasan dosen. Andai saja setiap tugas yg diberikan kukerjakan tanpa menyontek. Mungkin otakku tidak akan dipaksa bekerja sekeras ini, mungkin waktu tidurku tidak harus terpotong sebanyak ini. Tapi ya sudahlah, hidup itu pilihan. Aku sudah memilih bermalas-malasan di awal semester dan kini aku harus menanggung akibatnya. Tak apalah belajar lebih keras, begadang sampai tidak tidur pun tidak apalah. Akan kujalani. Semua hal ini harus kubayar tuntas kontan untuk ilmu dan IP yang lebih baik.
Kini semuanya sudah berakhir, UAS sudah terlewati dengan segala suka dukanya. Nilai seluruh mata kuliahpun sudah diumumkan dan Alhamdulillaaah hasilnya tidak mengecewakan bagiku. Mata merah akibat begadang terbayar sudah. Badan kurus akibat pola makan asal-asalan terlunasi sudah. Kini yg tersisa adalah liburan panjang. Namun tidak bagiku yang lagi-lagi harus kuliah di semester pendek akibat ada 1 mata kuliah yang harus kuulang. Hidup itu pilihan bung. Dan inilah pilihan yang harus kujalani akibat mengabaikan dan mengkhianati waktu luangku dengan bermalas-malasan. Seperti biasa sebuah janji terpatri di otakku setiap akhir semester, sebuah janji untuk belajar lebih giat lagi di semester selanjutnya, untuk ilmu dan untuk IP yg lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar