Jumat, 06 Mei 2011

Nama dan Do'a Untukku

Nama adalah do'a. Kalimat itu sering aku dengar, mungkin kau juga. Ada juga yang mengatakan Apalah arti sebuah nama. Toh nama hanyalah sebuah panggilan, bukan identitas kepribadian.

Tetapi aku lebih setuju dengan kalimat yang pertama. Nama itu penting bagiku. Nama adalah do’a. Nama adalah harapan. Nama adalah impian.

Namaku memiliki arti yang sangat dalam. Dan juga mempunyai cerita tersendiri. Ketika aku dilahirkan, orangtuaku bingung untuk memberiku sebuah nama, karena aku adalah anak yang terakhir. Kreativitas kedua orangtuaku untuk memberi nama telah dicurahkan pada kedua abangku sebelumnya. Mereka memiliki nama-nama yg panjang dan bagus. Abangku yang pertama bernama Muhammad Taqwa Audiansyah. Abangku yang kedua bernama Ahmad Taqwim Al-Fariz. Sungguh bagus sekali nama mereka.

Mama bercerita, ketika aku dilahirkan, Ayah sudah menyiapkan sebuah nama untukku. Nama yang menurut Ayah sangat bagus. “Syarbaini”. Itulah nama yang diajukan Ayah sebagai namaku. Nama itu adalah singkatan dari nama Ayah dan Mama. Syahril dan Nurbaini. Tetapi Mama cemberut. Beliau menolak nama itu. Aku pun bersyukur dalam hati. Mama kemudian memohon kepada Ayah agar urusan nama ini biarlah beliau yang memberikan. Karena melihat perjuangan Ibuku yang bersusah payah bertaruh nyawa melahirkanku, Ayahpun memeberi hak prerogative ini pada Mama.

Mama lalu mencari-cari nama yang bagus untukku. Mulai dari membaca-baca buku kumpulan nama. Bertanya-tanya kepada saudara, dan berbagai macam usaha lainnya. Nama kedua abangku sebelumnya terdiri lebih dari 2 kata. Do’a-do’a panjang tertera dalam nama mereka. Namaku tentulah harus sebaik dan sebagus nama kedua Abangku, bahkan kalau bias lebih dari mereka. Suatu kali Ayah pernah berseloroh ketika Mama sibuk mencari-cari nama yang tepat untukku. Begini kira-kira percakapannya.

“Ben.” Ayahku memulai pembicaraan. Ben adalah panggilan untuk Mamaku.

“Ya Bang.” Mama masih sibuk membolak-balik buku kumpulan nama.

“Nama anak pertama kita kan Taqwa. Terus, nama anak kedua kita Taqwim. Supaya mirip dengan nama abang-abangnya, nama anak ketiga kita ini cocoknya….” Ayah sedikit menggantung jawabannya.

“Apa yg cocok namanya Bang?” Mama mulai penasaran.

“TEKWAN!” Jawab Ayah mantap.

Mama kembali cemberut.

Hingga pada suatu hari saudaraku memberi Mama buku kumpulan nama-nama yang bagus yang diambil dari Al-Qur’an.

Lalu ditemukanlah sebuah nama. Nama yang sangat bagus. Tidak panjang seperti kedua nama abangku. Hanya terdiri dari 2 kata, tetapi memiliki arti yang sangat hebat.

Mamaku memberiku nama AFUZA ASYRAF. Afuza artinya kemenangan. Asyraf artinya kemuliaan. Afuza Asyraf berarti Kemenangan yang mulia. Aku dido’akan untuk menang. Bukan hanya sekedar menang. Tetapi menang dengan cara yang mulia. Menang yang membawa kemuliaan. Itulah do’a orangtuaku untukku.

Kini aku mengerti apa artinya sebuah nama. Nama adalah do'a, setiap orang yang memanggilku akan tercantum do'a untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar