Yak saudara-saudara yg budiman. Hari ini adalah hari pertama kuliahku di semester 3. Dan aku masih terpisah jarak dengan kampusku di Depok. Aku masih berada di pulau yg berbeda dengan kampusku, dan kami dipisahkan oleh luasnya selat Sunda.
Seperti biasa, setiap awal semester aku selalu mengumandangkan janji yg sama. Janji yg dideklarasikan mungkin oleh hampir seluruh mahasiswa di Indonesia di setiap awal semester. Janji suci yg terpatri di dalam hati namun kadang terlupa oleh ganasnya bangku kuliah. Ya, janji agar IP semester ini naik lebih tinggi daripada semester kemarin. Itulah janji suci kami, janji pribadi untuk diri sendiri. Semoga janji ini tidak bernasib sama dengan janji-janji para caleg ketika kampanye.
Banyak juga orang yang mengeluh karena akhirnya harus bergelut lagi dengan dunia perkuliahan setelah sekian lama menikmati masa liburan semester genap yg lamanya mungkin hanya bisa dikalahkan oleh cuti hamil. Ada yg karena alasan malas bangun pagi lah (ini juga salahsatu alasanku dahulu malas pergi sekolah), capek karena harus berjibaku dengan tugas kuliah, ngantuk ngedengarin dosen berceloteh ria, dan sederetan alasan lainnya yg kalau dirangkai bisa lebih panjang dari jalur lintas kereta api pulau Jawa. Tetapi, hidup itu pilihan. Duduk di bangku kuliah adalah pilihan. Pilihan yg mungkin tidak semua orang bisa memilikinya, karena bagi mereka yg kurang beruntung khususnya dalam hal ekonomi, 'kuliah' tidak masuk dalam daftar pilihan hidup mereka. Oleh karena itu, kuliah harusnya menjadi hal yang patut disyukuri, harus disyukuri, wajib disyukuri, haram kalau tidak disyyukuri! Hehe.
Coba kita flashback lagi ke masa-masa SMA. Hayoo siapa yang waktu SMA pengen cepat-cepat kuliah? Siapa yang waktu SMA belajar mati-matian biar bisa lulus SNMPTN dan akhirnya kuliah? Sayaaaaaa!!! Ya kebanyakan dari kita pasti menjawab begitu. Dan sekarang di sinilah kita berada, di bangku kuliah, hal yang dahulu kita inginkan, kita impikan. Lalu, kenapa sekarang malah mengeluh? Mungkin ada yang beralasan, "Ah, ini kan bukan universitas yang aku impikan." Atau mungkin, "Aku gak cocok dengan jurusan kuliahku sekarang." Bahkan ada yang beralasan, "Aku kuliah bukan karena keinginanku, tetapi orangtua." Waaaah, ada yang bahaya dalam diri kita jika beralasan seperti itu. Jika alasannya karena tempat kuliah atau jurusan yg kita ambil saat ini tidak sesuai dengan minat kita, maka untuk apa kita harus terus bertahan di tempat itu?. Lebih baik berhenti sekarang dan coba lagi ikut tes masuk universitas yg kita inginkan tahun depan dengan sungguh-sungguh. Karena masa depan kita terlalu mahal untuk dihabiskan di tempat yang tidak kita inginkan. Jika alasannya karena untuk memenuhi keinginan orangtua, sebenarnya kuliah itu untuk siapa sih? Untuk masa depan kita kan? Coba yakinkan orangtua, bahwa sudah saatnya kita diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan masa depan kita sendiri. Toh nantinya kitalah yg menjalani masa depan itu. Lalu bagaimana bagi yg sudah terlanjur kuliah dan tidak memiliki kesempatan untuk ikut tes masuk universitas lagi? Tenang, jalani saja apa yg kita lakukan sekarang dengan sungguh-sungguh. Anggap saja kuliah adalah tantangan yg harus kita hadapi untuk menggapai hal yg lebih tinggi. Belum tentu apa yg kita mau menjadi yg terbaik, tetapi satu hal yang pasti, usaha terbaik kita pasti akan berbuah hasil yg terbaik jika kita jalani dengan sungguh-sungguh.
Jalani dengan kesungguhan tanpa mengeluh, jangan menyerah dengan keadaan karena mengeluh adalah tanda tak mampu. Jadi, masih pantaskah mengeluh? Hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar